Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia kita mengenalnya hanya sebagai mata pelajaran yang hadir sejak awal sekolah hingga perguruan tinggi, bahkan kita tidak tahu bagaimana bahasa tersebut dibentuk dan dilahirkan. Tidak heran karena mata pelajaran bahasa Indonesia tidak begitu menjelaskan asal usul bahasa tersebut dilahirkan. Kita hanya mempelajari bahasa Indonesia dari hasil karya-karyanya saja dan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan tentu kita mengaitkan dengan bahasa orang Jakarta, padahal bahasa orang Jakarta bukan bahasa Indonesia tetapi Betawi. Bahasa yang disebut bahasa persatuan ini dikemas dalam sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Di dalam KKBI hanya memuat kata dan arti kata dalam bahasa Indonesia tidak menyertakan asal asul bahasa tersebut dibentuk. Mari kita telusuri sejarah yang melahirkan bahasa persatuan kita bahasa Indonesia. Pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada z...

surat untuk pak NAKA

Surat Untuk Pak Naka Selamat malam Pak Naka, apa kabar? Bagaimana pengalaman di Jakarta? Senang bukan dapat bertemu dengan Mas Pur pemain Tukang Ojek Pengkolan? Pak Naka tentu ingin menceritakan semua, tapi nanti saja pak saat perkuliahan di kelas supaya waktu kuliah tersita untuk cerita. Tapi kalau Pak Naka ingin menggunakan jam perkuliahan penuh untuk bercerita tentu telinga kami siap untuk mendengarkannya. Pak Naka ketemu Presiden ? Sempat main ke monas atau mungkin hanya sempat beribadah di masjid Istiqlal? Ah ceritanya nanti saja saat di kelas. Sebelum saya melanjutkan surat ini saya minta maaf apabila penulisan surat ini tidak sesuai Tata Bahasa Baku atau mungkin pemilihan diksinya tidak tercantum di KBBI. Jika Pak Naka berkenan, tapi kalau tidak baca surat ini ketika hari raya Idul Fitri setelah sholat id. Pak Naka tentu tahu pahala orang memaafkan sangatlah besar, untuk itu pasti dimaafkan. Terima kasih untuk itu. Kalau nggak salah salah satu isi surat kemarin Pak Naka meminta...

UPGRIS Bersastra Lagi

UPGRIS Bersastra Lagi Oleh: Yosy Esta Pratika UPGRIS Bersastra ikut berperan mengisi serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati bulan bahasa. UPGRIS bersastra mengusung tema “ 3 buku, 3 pembaca, 3 kritikus, dan 1 pengarang”. Rabu (19/10) Balairung Universitas PGRI Semarang kembali dipenuhi oleh ribuan mahasiswa dan dosen entah karena diwajibkan atau memang niat dari hati untuk menyaksikan penyair kelahiran Salatiga, 15 September 1964. Acara kali ini dibuka oleh Rektor dengan lagu yang diciptakan sendiri oleh Bapak Muhdi, ada beberapa fakta tentang Rektor UPGRIS ini yang tidak banyak orang mengetahuinya beliau merupakan penggerak aktif seni kala muda. Beliau pernah menjadi sutradara dalam pementasan drama dimasyarakatnya waktu itu. Bapak Muhdi juga tidak mau absen dalam dan menjadi 1 dari 3 yang membaca puisi karya Triyanto Triwikromo. Mengisi urutan setelah Bapak Muhdi ada dua wanita cantik yang memegang peran penting di UPGRIS, Dekan FPBS Ibu Dra. Asropah, M. Pd. dan Wakil Rekt...

Pementasan Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah

Pementasan Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah Selasa (16/4) Universitas PGRI Semarang menggelar pementasan drama Joko Tarub dan Monolog Balada Sumarah di auditorium gedung pusat lantai 7. Pementasanan yang menjadi ajang persiapan persiminas ini sakaligus memberi suguhan kepada mahasiswa. Universitas yang akan membawa nama baik Jawa Tengah diranah nasional ini sekaligus meminta doa supaya prestasi yang diraih pada 2010 sebagai juara 2 di tingkat nasional. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gemma menjadi panitia penyelenggara acara tersebut. Acara diselenggarakan dalam dua sesi pertunjukan yaitu pukul 15.00 dan 19.00 WIB. Harga tiket masuk yang hanya Rp 10.000 semakin menambah sesak ruang auditorium. Dengan alasan tugas kuliah atau hanya sekadar ingin menikmati pertunjukan beberapa kalangan dari mahasiswa, dosen, dan pelajar tingkat SMA ikut menduduku karpet hijau yang disediakan. Cerita yang diunggah pada pementasan kali mengingatkan akan dongeng semenjak SD, berkisah tentang J...

Demontrasi Tanpa Rusuh

Menanggapi opini di koran Tribun Jateng Dalam opini Aziz dituliskan “… Batman membutuhkan Alfred untuk membuatkannya kostum” perumpamaan itu saya rasa kurang penting dalam tulisan ini. Aziz hanya perlu membuat perbandingan yang memang pernah terjadi tentang kondisi demonstrasi pada umumnya dan demonstrasi yang terjadi Unnes hal itu sudah cukup mewakili. Pada alinea terakhir Aziz menulis peran serta mahasiswa dalam demonstrasi tanpa ricuh hal ini sekaligus dapat mengubah pandangan masyarakat tentang mahasiswa yang identik dengan keanarkisan. Dalam opini tersebut juga terdapat pesan moral yang dapat diambil pembaca khususnya mahasiswa tentang peran mahasiswa sebagai pemimpin dan mahasiswa merupakan agen perubahan bukan agen. Pesan yang hendak disampaikan oleh Aziz sudah tersampai dengan baik. sudah bukan saatnya mahasiswa menjadi dalang kerusuhan, sudah bukan trennya mahasiswa hanya berkoar-koar saja sudah saatnya mahasiswa menjadi garda terdepan perubahan yang menginspirasi bagi gol...

Beranjak dari properti dan tema

Beranjak dari properti dan tema Esai yang ditulis Anantika Prihatani tentang penyelelenggaraan pementasan di Universitas PGRI Semarang yang mengusung tema “Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah”. Alur cerita yang disampaikan oleh Anantika sudah cukup menggambarkan cerita yang pernah dilihatnya akan tetapi ada beberapa hal seni yang luput dari pandangannya. Dalam pertunjukan seni kali ini yang menjadi pusat pasang mata bermuara adalah panggung. Ada beberapa hal di panggung yang kerap menjadi unsur penentu kesuksesan sebuah pementasan. Property artistic Para tim property mengonsep semua perlengkapan sudah berada di panggung sehingga tidak perlu lagi menutup tirai hanya untuk sekadar mengganti propertinya. Beranjak dari background warna hitam dengan potongan sterofom berbentuk awan dan potongan kertas berbentuk lingkaran penuh berwarna jingga yang menggambarkan sebuah rembulan ketika purnama. Penggambaran yang cukup sempurna untuk mendoktrin penonton bahwa latar utama pada cerita itu m...