Demontrasi Tanpa Rusuh

Menanggapi opini di koran Tribun Jateng Dalam opini Aziz dituliskan “… Batman membutuhkan Alfred untuk membuatkannya kostum” perumpamaan itu saya rasa kurang penting dalam tulisan ini. Aziz hanya perlu membuat perbandingan yang memang pernah terjadi tentang kondisi demonstrasi pada umumnya dan demonstrasi yang terjadi Unnes hal itu sudah cukup mewakili. Pada alinea terakhir Aziz menulis peran serta mahasiswa dalam demonstrasi tanpa ricuh hal ini sekaligus dapat mengubah pandangan masyarakat tentang mahasiswa yang identik dengan keanarkisan. Dalam opini tersebut juga terdapat pesan moral yang dapat diambil pembaca khususnya mahasiswa tentang peran mahasiswa sebagai pemimpin dan mahasiswa merupakan agen perubahan bukan agen. Pesan yang hendak disampaikan oleh Aziz sudah tersampai dengan baik. sudah bukan saatnya mahasiswa menjadi dalang kerusuhan, sudah bukan trennya mahasiswa hanya berkoar-koar saja sudah saatnya mahasiswa menjadi garda terdepan perubahan yang menginspirasi bagi gologannya maupun masyarakat umumnya. Harapannya mahasiswa menjadi pemikir yang mengedepankan nasib orang lain hingga suara mereka mulai didengar dan pemikiran mereka mulai diperhitungkan. Hal itu akan mengembalikan peran mahasiswa yang menyandang gelar “maha”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beranjak dari properti dan tema

Sejarah Bahasa Indonesia